Diminta Salaman di Munas Forsika PMII
JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla kerap berinisiatif mendamaikan partai-partai yang pecah kepengurusan karena konflik internal. Setelah sukses mendamaikan Partai Bintang Reformasi (PBR), kemarin Kalla mencoba mendamaikan dua kubu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Upaya itu dilakukan Kalla usai membuka Munas V Forum Silaturahmi Keluarga Alumni (Forsika) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain, tiga mantan ketua PMII, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Ketua Dewan Tanfidz PKB MLB Ancol Muhaimin Iskandar, dan Ketua Dewan Tanfidz PKB MLB Parung Ali Masykur Musa.
Hadirnya dua pucuk pimpinan PKB yang berseberangan itu dimanfaatkan Kalla. Usai acara, sambil berdiri menikmati kudapan ringan, Kalla berbicara tentang repotnya pemerintah mengurusi konflik PKB. “Anda yang ribut, pemerintah yang pusing,” kata Kalla dengan enteng.
Celetukan itu disambut tawa sejumlah pejabat yang berdiri melingkari Kalla. Tampak Menag Maftuh Basyuni, Ketua Forsika PMII yang juga Ketua PB NU Ahmad Bagja, Suryadharma Ali, Muhaimin, dan Ali Masykur. “Kami juga pusing, Pak. Sudah istighotsah, sudah dinasihati, sudah didoakan, tidak selesai juga,” balas Ahmad Bagja.
Kalla lantas meminta Muhaimin dan Ali Masykur menyelesaikan konflik internal PKB melalui dialog kekeluargaan di forum Munas Forsika PMII. “Kalau bisa selesai munas, selesai juga masalah PKB,” harapnya.
Meski demikian, Kalla menilai ada berkah tersembunyi di balik setiap pemecatan yang dilakukan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), baik di tingkat nasional maupun di PKB. Kalla mencontohkan, dirinya bisa menjadi wakil presiden setelah dipecat Presiden Abdurrahman Wahid dari kursi Menperindag/kepala Bulog. Demikian pula, SBY bisa menjadi presiden setelah dipaksa berhenti dari karir militer untuk disipilkan sebagai menteri pertambangan dan energi.
Di PKB sendiri juga muncul pemimpin-pemimpin bangsa baru dalam waktu singkat setelah didudukkan sebagai pemimpin PKB dan lantas dipecat Gus Dur. “Berapa lama yang dibutuhkan Matori (Abdul Djalil) untuk menjadi tokoh? Kurang dari dua tahun sejak diangkat Gus Dur menjadi ketua PKB, lantas dipecat. Demikian juga, Alwi Shihab,” kata Kalla.
Komentar Kalla itu lantas ditimpali Ahmad Bagja bahwa Muhaimin juga sudah memenuhi syarat sebagai pemimpin nasional karena telah diangkat dan dipecat Gus Dur. Ucapan itu diamini Kalla. “Jadi, pasti ada hikmahnya,” sahutnya.
Ali Maskur tak mau kalah. Menurut dia, seluruh tokoh yang disebutkan Kalla telah mendapat berkah ketika berdekatan dengan Gus Dur. “Yang dipecat saja dapat barokah, apalagi yang diangkat,” ujarnya dengan ringan.
Karena percakapan itu dirubung wartawan, Kalla lantas meminta Muhaimin dan Ali Masykur bersalaman sebagai tanda persaudaraan kedua tokoh tidak terputus oleh konflik PKB. Wartawan lantas meminta Kalla merangkul Muhaimin dan Ali Masykur sebagai tanda pemerintah menyaksikan niat baik kedua tokoh. Permintaan itu disambut tawa lebar Kalla sambil kedua tangannya merangkul bahu Ali Masykur dan Muhaimin.
Ali dan Muhaimin tersenyum kikuk di depan kamera. Keduanya secara berbarengan berkata bahwa secara pribadi tidak ada permusuhan. “Ini hanya masalah politik,” kata Ali Masykur.
Kalla sendiri menolak ketika wartawan bertanya apakah jabat tangan itu berarti kedua kubu PKB telah berdamai. “Islah itu ada di dalam hati,” katanya.
Muhaimin optimistis, kedua kubu PKB akan mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik internal sebelum Pemilu 2009. Dia juga yakin, konflik internal adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kebesaran PKB.
“Kalau soal pilkada, kami tetap pada keputusan untuk mendukung calon yang diajukan partai di bawah kepemimpinan saya dan Gus Dur sebagai pemimpin informal,” ujarnya.
Sementara itu, Ali Masykur berjanji akan memberikan jabatan yang pantas di kepengurusan PKB versi MLB Parung kepada Muhaimin Iskandar dan sejumlah fungsionaris PKB yang menggelar MLB Ancol. “Syaratnya hanya mengaku salah dan menyatakan kesetiaan kepada Gus Dur,” tegasnya. (noe/tof
No Comments Yet
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar


