Urip Rapanggah.

Beranda » Karya Teman » Seputar Hak Pensiun Mantan Presiden

Seputar Hak Pensiun Mantan Presiden

Bagi Pegawai Negeri Sipil atau TNI/Polri, hak atas pensiun sudah dijamin. Bagaimana dengan pensiunan Presiden RI?

Selama menjabat sebagai Presiden RI, sang presiden akan menerima gaji, tunjangan dan beragam fasilitas kelas wahid. Kemana-mana dikawal. Urusan biaya rumah tangga dari listrik dan air hingga telepon ditangggung oleh negara. Sejumlah peraturan perundang-undangan memang telah mengatur hak-hak keuangan dan hak administratif seorang presiden. Keppres No. 168 Tahun 2000 yang diteken semasa Presiden Abdurrahman Wahid menetapkan tunjangan jabatan bagi presiden adalah Rp18.144.000.

Lantas, kalau presidennya sudah berhenti dengan hormat? Bagaimana pula kalau sang mantan Presiden wafat seperti yang terjadi pada mantan Presiden Soeharto? “Hak pensiun mantan Presiden hapus kalau ia sudah meninggal,” kata pakar hukum tata negara Prof. Harun Alrasid.

Senada dengan Prof. Harun, pengajar mata kuliah Hukum Administrasi Kepegawaian Fakultas Universitas Indonesia Wukir Ragil menegaskan bahwa hak-hak pensiun mantan Presiden sudah diatur. “Pensiun Presiden dan mantan Presiden diatur dalam ketentuan pensiun pejabat negara,” ujarnya lewat telepon genggam.

Salah satu rujukan peraturan dimaksud adalah UU No. 7 Tahun 1978. Berdasarkan aturan ini, seorang presiden yang berhenti dari jabatannya berhak memperoleh pensiun sebesar seratus persen dari gaji pokok terakhir. Selain itu, mantan presiden masih memperoleh beragam tunjangan. Yang disebut secara tegas adalah tunjangan biaya rumah tangga dan tunjangan biaya perawatan kesehatan. Atas dasar itu pula, mestinya biaya perawatan mantan Presiden Soeharto di RS Pusat Pertamina atau mantan Presiden Abdurrahman Wahid di RSCM ditanggung oleh negara.

Selain kedua tunjangan tadi, masih dimungkinkan menerima tunjangan lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Sebut misalnya beleid terakhir yang dibuat, Peraturan Pemerintah (PP) No. 34/2007 tentang Pemberian Gaji/Tunjangan Bulan Ketiga Belas dalam Tahun Anggaran 2007 Kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan. Biaya lain yang ditanggung negara adalah biaya pemakaman mantan presiden dan mantan wakil presiden.

Pembayaran pensiun dan tunjangan-tunjangan kepada mantan presiden terhitung mulai bulan berikut setelah sang presiden berhenti dengan hormat. Pembayaran akan terus dilakukan hingga mantan presiden bersangkutan meninggal dunia. Bisa juga berhenti jika ia diangkat kembali menjadi presiden atau wakil presiden.

Pada hakekatnya, kata Prof. Harun Alrasid, pembayaran pensiun berhenti begitu mantan presiden wafat. Tetapi menurut UU No. 7/1978, penghentian pembayaran karena sebab kematian dilakukan pada akhir bulan keenam setelah wafatnya yang bersangkutan.

Hak anggota keluarga
Bila seorang mantan presiden pria meninggal dunia, maka isterinya berhak menerima pensiun janda yang besarnya 50% dari pensiun terakhir yang diterima suaminya. Dana pensiun janda sudah harus dibayarkan pada bulan ketujuh sejak mantan presiden wafat. Sang isteri yang ditinggalkan pun masih berhak atas biaya kerumahtanggaan seperti air, listrik dan telepon, biaya perawatan kesehatan, dan tunjangan lain. Janda presiden juga berhak atas rumah kediaman yang layak dan kendaraan beserta sopirnya. Tetapi patut dicatat, UU No. 7/1978 menyebut kendaraan tadi sebagai ‘milik negara’.

Apabila janda presiden meninggal dunia maka pembayaran tunjangan, pensiun, dan biaya-biaya kerumahtanggaan tadi dihentikan. Demikian pula kalau ia kawain lagi dengan suami yang baru. Penghentian berlaku sejak sebulan setelah kematian atau perkawinan kedua berlangsung.

Meskipun demikian, negara masih harus menanggung biaya kepada anak-anak mantan presiden. Mereka berhak mendapatkan pensiun anak, besarnya sama dengan pensiun janda. Tetapi pembayaran pensiun anak baru berlaku apabila anak mantan presiden tersebut belum berusia 25 tahun, belum mempunyai pekerjaan tetap, atau belum pernah kawin.

Ketentuan yang sama berlaku jika mantan presiden tersebut adalah perempuan. Duda dan anak-anak yang dia tinggalkan berhak atas pensiun dan berbagai tunjangan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: