Urip Rapanggah.

Beranda » Hukum » Nama Kejaksaan Agung Rusak

Nama Kejaksaan Agung Rusak

Jaksa Agung Hendarman Supandji, Minggu (2/3), mengaku kecewa dan marah menyusul penangkapan jaksa Urip Tri Gunawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK di Jakarta. ”Nama institusi rusak,” ujarnya. Hendarman berjanji menuntaskan kasus terkait penangkapan itu.

Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah, yang dihubungi secara terpisah, mengakui penangkapan jaksa yang disebut berinisial UTG. Jaksa itu langsung dibawa ke kantor KPK bersama barang bukti berupa uang dollar Amerika Serikat (AS).

Juru bicara KPK Johan Budi SP menambahkan, jaksa UTG tertangkap tangan. Penangkapan itu terjadi karena ada laporan dari masyarakat yang diterima KPK.

Selain UTG, kata Johan, KPK juga memeriksa seorang warga berinisial AS, yang diduga memberikan uang itu kepada UTG. Jumlah uang, yang diyakini terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), sebanyak 660.000 dollar AS (sekitar Rp 6,1 miliar).

Johan menegaskan, UTG semalam langsung dinyatakan sebagai tersangka, sedangkan AS masih sebagai saksi.

Namun, Urip yang ditemui di kantor KPK, semalam, menegaskan, bahkan menjamin, uang itu tidak ada kaitannya dengan perkara, termasuk kasus BLBI. Uang yang diakuinya senilai Rp 6,1 miliar itu merupakan hasil dari jual beli permata.

Urip juga menyatakan tak mengetahui siapa saja yang ditangkap KPK karena KPK juga meminta keterangan dari orang lain hingga semalam. Ia bisa memberikan keterangan kepada wartawan saat keluar dari ruang pemeriksaan KPK untuk mengambil laptopnya.

Tak ada ampun

Menurut Hendarman, ia sudah berulang kali mengingatkan kepada jaksa yang menangani perkara dugaan korupsi dana BLBI untuk tak main-main atau mencari keuntungan dari penanganan perkara itu. Sebab itu, seusai penangkapan Urip, ia akan meminta keterangan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kemas Yahya Rahman dan jajarannya yang selama ini menangani kasus BLBI.

Hendarman juga tegas menyebutkan nama jaksa yang ditangkap KPK. Urip merupakan Ketua Tim Penyelidik Kasus BLBI, khususnya yang diterima Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) yang dimiliki Syamsul Nursalim. Ia ditangkap KPK di sebuah rumah di Jakarta Selatan saat menerima uang dari seseorang. Penerimaan uang itu diduga terkait penyelesaian kasus BLBI.

Hendarman mengaku mendapatkan kabar penangkapan jaksa itu langsung dari Ketua KPK Antasari Azhar. Penangkapan dilakukan Minggu sekitar pukul 17.30. Sesuai dengan penjelasan Ketua KPK, dana yang diterima Urip sekitar Rp 6 miliar. ”Saya tak akan main-main. Tak ada ampun, kalau benar,” kata Jaksa Agung.

Kemas Yahya menuturkan, penangkapan Urip itu diketahuinya sesaat setelah peristiwa itu terjadi. Namun, penangkapan itu tak ada kaitannnya dengan Kejaksaan Agung. Penangkapan itu merupakan urusan dan kewenangan KPK. Apalagi, ia belum mengetahui secara pasti alasan anggota stafnya itu ditangkap KPK.

Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Subroto menuturkan, kejaksaan tak ikut serta dalam penangkapan terhadap Urip.

Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR T Gayus Lumbuun menilai penangkapan jaksa itu harus mendorong Jaksa Agung meninjau kembali penghentian penyelidikan perkara korupsi BLBI, terkait BDNI dan Bank Central Asia (BCA), yang diumumkan pekan lalu. Tim jaksa pemeriksa BLBI juga perlu diperiksa dan dirombak. (reformasihukum.org)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: