Urip Rapanggah.

Beranda » Hukum » KPK Cium Indikasi Keanehan Penghentian Penyelidikan BLBI

KPK Cium Indikasi Keanehan Penghentian Penyelidikan BLBI

Penyidik KPK minta keterangan dari mantan Ketua BPPN. Pengembangan kasus menunggu persidangan Urip dan Artalyta.

Penangkapan jaksa BLBI Urip Tri Gunawan agaknya akan membongkar borok di balik keputusan Kejaksaan Agung menghentikan penyelidikan kasus BLBI. Adakah penghentian penyelidikan itu terkait dengan suap terhadap Urip? Untuk mencari jawaban, KPK meminta keterangan antara lain dari mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Glenn Yusuf.

Sedianya Glenn diperiksa KPK sebagai saksi Rabu pekan lalu. Namun ia mangkir. Juru bicara KPK Johan Budi SP menyatakan Glen mangkir karena ada kepeluan di luar. Tidak jelas yang dimaksud ‘di luar’ itu apakah itu di luar negeri atau yang lain. Yang jelas, KPK mengagendakan pemanggilan kedua pada Rabu (26/3) mendatang.

Lalu apa hubungan antara Glenn dengan penyidikan kasus Urip? Muncul sinyalemen bahwa pemberian uang lebih dari enam miliar rupiah kepada Urip terkait dengan penghentian penyelidikan perkara BLBI itu dua hari sebelum Urip ditangkap.

Wakil Ketua KPK, Chandra Hamzah memberi sinyal atas sinyalemen tadi. Chandra menyatakan pemanggilan Glenn diperlukan untuk menggali kinerja Urip dalam menangani kasus BLBI. “KPK akan melihat apa saja yang dilakukan Urip terkait tugasnya sebagai ketua tim,” kata Chandra saat ditemui di gedung KPK, Senin (24/3).

Menurut Chandra Glenn sendiri pernah diperiksa Kejaksaan Agung terkait penyelidikan BLBI oleh tim BLBI yang diketuai Urip. Untuk itu, lanjut Chandra, KPK meminta keterangan Glenn terkait informasi yang diberikan saat penyelidikan di Kejaksaan Agung. Seperti diketahui, hasil penyelidikan Kejaksaan Agung berujung pada penghentian karena tidak ada unsur melawan hukum dalam kasus BLBI.

Beberapa waktu lalu, Jaksa Agung Hendarman Supandji menyatakan tidak ada hubungan penangkapan Urip dengan penghentian penyelidikan kasus BLBI. Hendarman lebih percaya keputusan penghentian perkara BLBI diduga dijadikan alat sarana oleh Urip untuk memperoleh keuntungan. “Pengambilan keputusan itu dijadikan alat sarana untuk menerima keuntungan,” tutur mantan Jampidsus itu.

Dalam keterangannya kepada anggota DPR, Senin (24/3), Hendarman menjelaskan bahwa Kejaksaan, KPK dan Kepolisian akan melakukan gelar perkara bersama Kamis pekan ini. Tidak tertutup kemungkinan kasus UTG juga akan dibahas.

Tindak lanjut
Saat ditanya apakah KPK menggali kedekatan Urip dengan Glenn, Chandra Hamzah menampik. “Glenn diperiksa terkait penanganan kasus BLBI oleh Kejagung,” jawabnya.

Terkait dengan teka teki keterlibatan mantan Jampidsus Kemas Yahya Rahman dan M. Salim, Chandra masih menutup rapat informasi. Sambil tersenyum simpul mantan advokat itu menyatakan keterlibatan Salim dan Kemas bisa ditindaklanjuti setelah proses persidangan Urip berjalan. Tergantung dari perkembangan kasus di persidangan. “Yang jelas proses persidangan UTG dan AS akan kami ajukan dulu. (Pengembangan kasus) mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlampau lama setelah proses persidangan,” papar Chandra.

Begitupula dengan aliran uang dari Arthalyta, apakah terhenti sampai ke tangan Urip atau oknum kejaksaan lain, Chandra belum punya jawaban. “Yang KPK tangani adalah oknum kejaksaan UTG. Itu yang kami fokuskan. Bahwa uang itu berakhir atau bagaimana nanti kita lihat perkembangannya,” tandas Chandra.

Beredar informasi bahwa Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menginformasikan bahwa ada penarikan uang sejumlah AS$2 juta pasca Urip tertangkap. Apakah bukti penarikan uang ini akan menjadi senjata bagi KPK? Apakah juga ada rekaman bukti pembicaraan antara Kemas dan Arthalyta?

Chandra tidak bersedia mengurai bukti-bukti yang menjadi senjata KPK dalam pembuktian di persidangan nanti. Chandra tetap keukeuh merahasiakan. “Tentunya kita tidak bisa menyampaikan bukti yang dimiliki sekarang, harap bersabar. Dalam proses persidangan, publik bisa melihat bukti apa saja yang kami punya,”” tuturnya.

Sementara itu, KPK terus memeriksa jaksa kejaksaan Agung yang terlibat dalam Tim BLBI. Hari ini KPK memanggil enam orang diantaranya, yaitu Adi Prabowo, hendro Dewanto, Amran Lakoni, Yosep Sigit dan Eko. Namun Yosep yang sudah dipanggil untuk kedua kali tetap mangkir dari panggilan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: