Urip Rapanggah.

Beranda » Hukum » Sinyal Bahaya bagi Parpol Besar

Sinyal Bahaya bagi Parpol Besar

Sumber: Sinar Harapan (17/04/2008)
Kekalahan calon yang diusung partai politik besar dalam sejumlah pemilihan kepala daerah, termasuk calon kepala daerah yang masih menjabat (incumbent) merupakan sinyal “bahaya” bagi parpol besar.
Masyarakat akan melirik calon dan partai alternatif.

Demikian Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit, dalam peluncuran bukunya yang berjudul Tuhan Tidak Tidur di Hotel Four Sesason, Kuningan, Jakarta Selatan Rabu (16/4). Hal senada diungkapkan Ketua Umum Partai Pembaruan Bangsa (PPB), Engelina Pattiasina yang dihubungi di Jakarta, Kamis (17/4).


Menurut Sukardi, parpol perlu membuka kesempatan kepada calon alternatif pada pemilu presiden 2009. Jika tidak, besar kemungkinan mereka akan kalah. Hasil sementara pilkada Jabar, katanya, merupakan sinyal agar parpol melakukan penyesuaian dalam strategi maupun perekrutan kader. Masyarakat condong melihat wajah dan figur alternatif.
Menurutnya, wajah lama yang diajukan partai besar bisa digulung wajah baru dari partai menengah dan kecil. “Oleh sebab itu, partai-partai besar juga harus melakukan lompatan radikal baik dalam strategi maupun merekrut kader,” kata Sukardi.
Sementara itu, pimpinan partai baru PPB, Engelina Pattiasina, mengatakan, sesungguhnya fenomena Jabar dan Sumut itu menggambarkan keinginan masyarakat untuk berubah. Dalam 10 tahun terakhir ini, praktis tidak ada perubahan yang signifikan.
“Di masa krisis ini sebenarnya masyarakat sudah jenuh dengan figur yang ada dan sudah memimpin. Tapi, mereka saja yang tidak sadar, kalau masyarakat sudah meninggalkan mereka,” katanya.

Ditinggalkan
Menurut Engelina, sesungguhnya pada tataran masyarakat bukan menginginkan pemimpin muda semata, tapi lebih kepada figur baru yang mampu memberikan harapan untuk perubahan. “Jadi, kalau masih figur lama yang muncul, maka akan ditinggalkan. Ini sebenarnya peringatan untuk partai yang ada,” katanya.
Dia mengatakan rakyat itu bisa menilai setiap figur yang sudah memimpin, dan masyarakat tidak merasakan kehidupan yang berubah. Jadi, baik masyarakat di kota dan desa itu mampu melihat setiap figur.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung mengatakan partainya akan belajar dari pengalaman pemilu di Jawa Barat. Dalam pemilu Jabar, cagub Agum Gumelar dan cawagub Numan Hakim untuk saat ini kalah perolehan suara. Dia menyatakan akan mengadakan penelitian dan mengevaluasi kekalah di Jabar.
Namun, Pramono sendiri tidak yakin kegagalan disebabkan tidak bekerjanya mesin partai. Hal tersebut disebutkannya karena karakteristik masyarakat Jawa Barat yang berbeda dengan daerah lain. Kegagalan tersebut juga diyakininya bukan indikasi PDIP akan gagal mengusung Megawati dalam Pemilu Presiden 2009.
Yang jelas, papar Pramono, PDIP akan melakukan evaluasi menyeluruh. Tentang adanya figur alternatif calon presiden, Pramono menjelaskan Megawati akan diusung PDIP. Figur alternatif di PDIP mungkin akan disiapkan sebagai calon wakil presiden. “Siapa orangnya akan kita tentukan berdasarkan hasil riset dan evaluasi,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: