Urip Rapanggah.

Beranda » Silaturahim » In Memorian Dedy Masrisar

In Memorian Dedy Masrisar

Innalillahi wainna ilaihi riji’un. Dedy Masrisar telah tiada. Temanku yang paling lugu ini menghembuskan nafas terakhirnya tadi pagi di RS Saiful Anwar Malang. Sebelumnya sejak kemarin sore dia kecelakaan dan dinyatakan luka berat di kepalanya. Kita semua menunggu sambil berdo’a untuk keselamatannya. Namun ternyata Allah berkehendak lain. Dan itulah jalan terakhir yang telah dituliskan untuk Risar.

Aku masih ingat jelas bagaimana dia sebelum berangkat kemarin sore. Kita masih bercanda tawa di depan komputer untuk ngeblog bareng sambil sesekali kita rebutan mouse dan suasana kost menjadi lebih rame.

“Sar, tumben hari ini ente gak masak mie. Biasanya kan ente masak mie” tanyaku.

“Aku lagi Puasa Senin Kamis Fid” Jawabnya.

“What for?” Aku mulai bercanda.

“Hayoooo…” Tambah Pak Lukman.

“Ya buat doain keluargaku. Adikku kan tanggal 5 nanti mau ujian UNAS. Juga doain buat (Alm) bapakku” Dia Serius.

Setelah kurang lebih 5 menit, dia mohon pamit bersama Faishol. Aku masih sibuk dengan blog kesayanganku ini. berselang 10 menit, ada telp dari Faishol. Aku agak heran dan mengira ada sesuatu yang ketinggalan.

“Assalamualaikum. Ada apa Sol.” Tanyaku dengan suara keras karena terdengar suasana di sana rame banget.

“Mas, Sampean temannya yang punya nomor ini?” Suara orang asing. Seumuran bapak-bapak.

“Iya. Ada apa pak?” Aku tanya balik sambil matiin sound winampku.

“Teman sampean kecelakaan. Cepat ke sini di Tretek Madiyopuro” Suara rame menghilangkan seuara orang itu.

“Ya pak Saya segera ke sana. Wassalamualaikum”. Aku berdiri diikuti teman-teman lain di kamar.

Setelah itu kami semua berangkat ke TKP. Sampai di sana Faisol dan Risar udah di bawa ke RS. Tinggal kendaraan-kendaraan yang bergerombol agak macet akibat kecelakaan itu. Walhasil, kita langsung nyusul keduanya.

Setelah itu, kami habiskan waktu semalaman di RS nunggu perkembangan kondisi keduanya. Yang pasti kondisi Risar lebih parah dibanding Faisol yang hanya luka memar di luar. Tepatnya jam 09.30 keluarga Risar datang setelah satu jam sebelumnya kakak Faisol datang. Aku sama beberapa teman yang lain mohon pamit buat istirahat di kost.

Pagi tadi kita dikejutkan oleh berita yang sangat mengagetkan. “Risar meninggal” Celetuk Iwan dengan nada sedih dan lemas. Aku ikut lemas dan gak tau harus berbuat apa lagi. Berfikir apa aja aku udah gak sanggup. Segera kuraih hp dan ngasih informasi ke beberapa taman yang lain.

“Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun”. Aku hanya mampu ngetik kata itu di hp. Gak ada kata yang lain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: