Urip Rapanggah.

Beranda » Informatika » Jelang Mati, Amrozi Nikahi Mantan Istri

Jelang Mati, Amrozi Nikahi Mantan Istri

NUSAKAMBANGAN – Eksekusi mati di depan regu tembak yang semakin dekat tak menciutkan nyali trio terpidana mati bom Bali I. Ini tergambar saat mereka menerima kunjungan keluarga dan Tim Pengacara Muslim (TPM) di Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kemarin (30/4).

Bahkan, Amrozi, salah satu dari trio bomber, berencana menikah lagi. Pernikahan kedua Amrozi itu rencananya dilaksanakan di Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap, tempat Amrozi menjalani hukuman, pada Sabtu 10 Mei. “Tolong sampaikan ke media. Saya mau menikah. Tulis yang besar! Bayangkan, sudah mau mati, masih mau menikah,” kata Amrozi lantas tertawa.

Lelaki berjuluk smilling bomber itu akan menikahi mantan istri pertamanya, Rohma. Setelah bercerai, Rohma sempat menikah dan kini kembali menjanda. “Ibadah dan dorongan anak,” tambah Amrozi saat ditanya soal alasan menikah.

Pernikahan Amrozi-Rohma membuahkan seorang anak laki-laki bernama Julia Mahendra, 20. Selain Julia, Amrozi mempunyai seorang putri bernama Khaula, hasil pernikahannya dengan istri kedua, Khoiriana.

“Alhamdulillah. Dia senang. Yang merawat dia juga akan tambah. Tak perlu saya bolak-balik lagi,” kata ibu Amrozi, Tariyem, saat ditanya Jawa Pos tentang rencana anaknya itu. Dalam kunjungan keluarga kemarin, anak-anak Amrozi dan calon istrinya tak ikut serta.

Kalapas Batu Sudiyanto dan Kapolsek Cilacap Selatan AKP M. Ilham terlihat terkejut mendengar rencana Amrozi. “Ha… menikah Mas? Sama siapa?” kata Kapolsek yang mengikuti keluarga pembesuk hingga ke Lapas Batu. Begitu pula Sudiyanto. “Saya tak tahu teknisnya. Silakan tanya ke Kanwil. Kita hanya ketempatan,” tegasnya saat ditanya apakah pihak lapas akan memberikan kesempatan dan tempat khusus bagi Amrozi di hari pernikahan nanti.

Bagaimana prosesi pernikahan Amrozi nanti? Koordinator kuasa hukum Amrozi, Tim Pembela Muslim (TPM), Achmad Michdan mengatakan bahwa semuanya berlangsung sederhana. Hanya keluarga dekat yang akan hadir sehingga tidak perlu sampai izin ke Kejaksaan Agung. “Modelnya ya seperti besukan begitu. Tapi, islami, ada khotbah nikah dari Mukhlas. Siapa penghulunya belum ditentukan,” sambungnya. Soal mas kawin? “Saya tak tahu,” jawab Michdan.

Jika Amrozi sedang kasmaran, berbeda dengan kakaknya, Mukhlas. Dia menulis selembar surat dalam bahasa Inggris. Mukhlas menulis pesan dalam format email itu lengkap dengan alamat pengirim “from: mukhlas@alihufronbinnurhasyimat-tenjulung” dan “to:americanpeople,brithispeople,australianpeopleandetc”. Ada tiga saran yang ditulisnya.

Dalam surat itu, Mukhlas berpesan, pertama, ikutilah mereka yang mengantarkan ke jalan Allah. Jalan yang lurus menuju surga. Yang kedua, jangan ikuti Bush, Blair, Howard, dan gengnya. “Karena mereka membuat jalan lurus ke neraka,” tambahnya. Ketiga, dia berharap warga di atas menjadi muslim. Jika telah berubah menjadi Islam, jangan lupakan dirinya dan sampai jumpa -Insya Allah- di dunia maupun di hari akhir kelak.

Sedangkan Imam Samudra, lebih memilih berkumpul dengan keluarga. Mereka antara lain, ibu kandung, istri, adik, dan anak-anaknya. Mereka membawa bawaan paling banyak. Mulai susu, gula, mi, baju koko, sarung, dan beras. Semua itu dipak rapi dalam sembilan kardus yang dibungkus kertas cokelat.

Namun, Jawa Pos tak diizinkan masuk ke dalam lapas. Kendati sudah mengantongi izin dari Dirjen Lapas dan Kejaksaan Agung, pihak lapas ngotot mempertanyakan izin dari Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Depkum HAM Jawa Tengah Bambang Winahyo.

Dari kampung halaman Amrozi di Desa Tenggulun, Solopuro, Lamongan, Jawa Timur, Jafar, kakak lelaki Amrozi, mengaku belum mengetahui rencana adiknya. “Kalau saya tahu, sampeyan (Anda) akan dikasih tahu,” katanya. Hal yang sama dituturkan Khozin, kakak lelaki Amrozi yang lain. Khozin mengaku sama sekali belum pernah mendengar rencana Amrozi menikah lagi. “Kapan Amrozi menikah dan dengan siapa, saya tidak tahu sama sekali,” ungkap Khozin.

Munculnya berita rencana pernikahan Amrozi mendapat tanggapan pejabat terkait. Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Depkum HAM Jawa Tengah Bambang Winahyo mengatakan, Amrozi bisa menikah lagi asal sudah mengantongi izin dari kejaksaan. Sebab, status Amrozi saat ini masih terpidana yang belum dieksekusi kejaksaan menjadi narapidana.

Status Amrozi saat ini, lanjut Bambang, adalah terpidana mati, bukan narapidana. Terpidana itu berarti belum dieksekusi oleh kejaksaan dan masih melakukan upaya hukum seperti grasi atau kasasi. Berbeda dengan napi yang sudah dieksekusi. “Napi-nya Amrozi itu, ya nanti kalau sudah ditembak mati. Kewenangan kita hanya napi, bukan terpidana,” katanya.

Menurut dia, izin itu bisa dimintakan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, tempat Amrozi diadili dan divonis. Setelah itu Kejati akan meneruskan izin ke Kejagung. Dari Kejagung diteruskan ke Depkum HAM. “Kalau izin dikeluarkan Kejagung pada kita, kita langsung surati kalapas,” jelasnya.

Selama ini, imbuhnya, napi bisa menikah cukup dengan izin kalapas. Termasuk diperbolehkan mengadakan syukuran kecil-kecilan. Namun, napi memang tidak bisa menikmati nafkah batin sampai ada pembebasan bersyarat atau cuti bersyarat sesuai PP No 32/1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. “Nikah dan selamatan kecil-kecilan boleh. Habis itu langsung pisah. Nikah kan bertujuan supaya pihak perempuan nggak dikuasai pihak lain,” ujarnya.

Bagaimana tanggapan kejaksaan? Saat dikonfirmasi Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) Abdul Hakim Ritonga terlihat kaget. Dia mengaku belum tahu kabar itu. “Amrozi? Mau kawin? Orang mau mati kok minta kawin lagi,” ujar Ritonga terdengar kaget disusul tertawa panjang.

Mengenai pernyataan Depkum HAM yang menyebut izin menikah dikeluarkan Kejagung, Ritonga juga mengaku tidak tahu-menahu.

“Ah, nggak tahulah aku. Tapi, juga nggak ada aturan orang nggak boleh kawin di penjara,” kata Ritonga. Kalau nanti Amrozi benar-benar meminta izin itu, apa akan diberi? “Nanti aku tanya ke Jaksa Agung dulu,” ujarnya sambil mengungkapkan selama menjabat JAM Pidum, Ritonga mengaku belum pernah dimintai izin menikah oleh terpidana mati.(naz/tyo/jpnn)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: