Urip Rapanggah.

Beranda » Silaturahim » Ulil dan Tulisannya

Ulil dan Tulisannya

Saya suka sekali membaca artikel lepas terutama tentang islam. Banyaknya perpecahan pemikiran orang islam membuat kesenangan itu bertambah. Karena dengan adanya perbedaan maka menyebabkan semakin banyaknya artikel baik yang sifatnya mengkritik, membela, menyangkal atau yang hanya sekadar bereksperimen tanpa misi yang jelas.

Islam Liberal yang dipimpin oleh Ulil Abshar Abdala menjadi salah satu wacana yang menarik perhatian banyak orang termasuk saya. Dalam situsnya di www.islamliberal.com bisa kita jumpai berbagai artikel dari tokoh-tokoh islam liberal. Tulisan Ulil paling banyak tentunya.

Dari segi pembawaan, olahan kata dan pemaparan tulisan dalam situs ini memang nikmat untuk dibaca dan tidak menjenuhkan sebagaimana beberapa orang yang memaksakan menulis untuk mengekspresikan pendapatnya.

Namun ketika ditengok ke wilayah substansial, saya menemukan banyak kejanggalan yang terkadang menjerat pemikiran si penulis sendiri. Saya mengambil contoh beberapa saat yang lalu membaca tulisan Ulil yang berjudul “Benarkah Islam Agama “Jalan Tengah”?”. Dari judulnya saja sudah bisa ditebak dalam isi tulisan itu Ulil meragukan status garis tengah yang diberikan pada agama islam.

Lagi-lagi pengemasan kata yang luwes membuat saya tak sadar sudah melewati beberapa paragrap. Ulil memaparkan bahwa menurut sebagian orang Agama islam merupakan agama moderat dan penengah antara dua agama extreme yaitu yahudi dan Kristen.

Masih menurut tulisan itu, Agama yahudi mewakili extremisasi agama yang mengedepankan aspek legal-formal. Sedangkan Kristen lebih menekankan agama berdasarkan cinta dan kasih sayang.

Kesadaran saya mulai muncul pada titik inti pengkritikan Ulil. Dia menanyakan Islam yang mana yang moderat sebagaimana status wasath yang dipetik dari surat al-Baqarah (2:143)? Bukankah islam terpecah menjadi banyak aliran?. Dia juga menanyakan Yahudi dan Kristen yang mana dulu yang berhak mewakili dua titik ekstrim itu?

Yahudi sendiri terbagi dari pelbagai kecenderungan, Kristen tak jauh beda. Bahkan legal formal tidak hanya terdapat pada agama yahudi, tapi juga Kristen.

Dari sini saya mulai mempertanyakan tulisan itu. Dalam paragraph kedua ia mengatakan Kristen sama sekali mengabaikan aspek legal-formal dan aspek ini hanya terdapat pada yahudi. Namun pada 7 paragrap selanjutnya ia menyatakan bahwa aspek legal-formal tidak saja terdapat pada yahudi, tetapi juga Kristen.

Tidak itu saja, banyak tulisan yang terkesan tidak konsisten dan kurang realistis. Kita semua tentunya tahu bagaimana kecenderungan islam liberal. Dan jika hal itu masih dalam koridor pemikiran dan wacana sah-sah saja.

Islam liberal juga begitu respect terhadap sosial pada umumnya. Apalagi menyoal hak asasi manusia, pemikiran mereka tidak diragukan lagi.


1 Komentar

  1. zhai ling mengatakan:

    ASTAGHFIRULLAH…..
    Akhirnya rasa kagum ini musnah juga. Apa pantas seorang ikhwan yang berpeci duduk berdekatan dengan seorang perempuan yang berpakaian tanpa lengan.
    Tak ada yang bisa aku sarankan jika isi situs ini jauh beda dengan cover depannya. Allah, IHDINASH SHIROTHOL MUSTAQIIM!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: