Urip Rapanggah.

Beranda » Hukum » Eksepsi Mantan Gubernur BI Dibantah Jaksa

Eksepsi Mantan Gubernur BI Dibantah Jaksa

Jaksa KPK menolak seluruh dalih eksepsi mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanudin Abdullah. Jaksa berpendapat, meskipun Burhan banyak berjasa terhadap perkembangan moneter Indonesia, tidak menjadi jaminan bahwa ia akan melakukan perbuatan tercela.

Seluruh eksepsi mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah dan tim penasihat hukumnya, dibantah oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut tim jaksa yang diketuai KMS Roni, dalih ekspesi terdakwa sudah memasuki materi pokok perkara dan bukan materi eksepsi sebagaimana diatur Pasal 156 ayat (1) KUHAP. Bantahan eksepsi itu dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (2/7).

Dalam eksepsinya, Burhan kembali menyatakan, keputusan pencairan dan penggunaan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI), bukan keputusan pribadi. Melainkan keputusan kolektif Rapat Dewan Gubernur (RDG). Ia lantas bertameng pada Pasal 45 UU No. 23 Tahun 1999 tentang BI. Pasal itu memang memberi hak istimewa kepada dewan gubernur BI. Soalnya, dewan gubernur dijamin tidak dapat dihukum karena mengambil keputusan atau kebijakan sesuai dengan kewenangannya.

Hal senada juga disampaikan tim penasihat hukum Burhan, yang komandani Mohammad Assegaf. Dalam eksepsinya, tim penasihat hukum berpendapat, kebijakan penggunaan dana Rp100 miiliar dari YPPI merupakan kebijakan yang harus mendapat apresiasi, bukan malah dikriminalkan.

Selain itu, kebijakan pemberian dana bantuan hukum untuk lima mantan pimpinan BI akibat program Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), dapat membantu membebaskan Burhan dari jeratan tuduhan Tipikor. Menurut tim penasihat hukum Burhan, tidak ada yang salah dalam keputusan itu. Bahkan, menurut mereka, Burhan yang pernah berpredikat sebagai gubernur bank sentral terbaik di dunia itu, sudah melakukan amanat Pasal 45 UU BI.

Jaksa berpendapat, untuk menentukan apakah perbuatan Burhan termasuk korupsi, perbuatan pidana atau termasuk kebijakan (diskresi), harus dibuktikan di muka persidangan. Karena itu, keberatan Burhan harus dikesampingkan dan dinyatakan ditolak.

Mengenai dalil penasihat hukum yang menyatakan tidak ada kebijakan yang salah, menurut jaksa adalah alasan yang prematur. Sebab perkara ini belum dilakukan pemeriksaan. Sehingga belum dapat ditentukan apakah Burhan bersalah atau tidak, sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Begitupula terhadap dalih eksepsi yang menyatakan jaksa salah dalam menerapkan hukum. Sebelumnya, jaksa menyatakan dana YPPI sebagai dana BI yang dikelola YPPI. Menurut tim penasihat hukum Burhan, YPPI merupakan badan hukum yang terpisah dari BI. Sehingga kekayaan para pendiri yayasan tersebut terpisah dari BI, dan bukan merupakan keuangan negara.

Jaksa menilai, untuk menentukan apakah kekayaan BI dan YPPI termasuk kekayaan negara yang terpisah atau bukan harus dibuktikan di persidangan. Sama halnya dengan pembuktian, apakah penggunaan dana YPPI sesuai mekanisme serta peruntukan yang seharusnya, akan dibuktikan dalam persidangan.

Pernah berjasa

Soal keterlibatan Burhan dalam tuduhan suap, tim penasihat hukumnya berpendapat jaksa salah alamat. Alasannya, dalam surat dakwaan jaksa tidak terurai peran Burhan dalam melakukan penyuapan kepada Hamka Yandhu (anggota DPR dari Fraksi Golkar) dan Antony Zeidra Abidin (mantan anggota DPR Fraksi Golkar yang saat ditangkap menjabat Wakil Gubernur Jambi).

Sekali lagi, Jaksa menganggap dalil itu sudah memasuki materi pokok perkara. Jaksa berpendapat, meskipun Burhan banyak berjasa terhadap perkembangan moneter Indonesia, tidak menjadi jaminan bahwa ia akan melakukan perbuatan tercela.

Pekan depan, Rabu (9/7), majelis hakim yang diketuai Gusrizal akan menanggapi eksepsi Burhan dan tanggapan eksepsi jaksa lewat putusan sela. (www.hukumonline.com)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: