Urip Rapanggah.

Beranda » Hukum » Perceraian di Pengadilan Agama

Perceraian di Pengadilan Agama

Seperti yang kita ketahui, di Indonesia angka perceraian selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Penyebabnya juga bervariasi, mulai yang cerai karena tuntutan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga permasalahan biologis.

Penanganan kasus perceraian bisa di Pengadilan Agama (untuk orang islam) dan Pengadilan Negeri (untuk non islam). Undang-undang yang digunakan juga berbeda, seperti Pengadilan Agama menggunakan UU no. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Permasalah yang sering terjadi masih banyak warga kita yang belum sadar hukum sehingga tidak tahu bagaimana prosedur penyelesaian perkara perceraian menurut hukum positif di Indonesia.

Untuk orang islam yang kasusnya ditangani di Pengadilan Agama (sesuai UU no. 3 tahun 2006) juga harus mengikuti prosedur yang ada. Sedangkan lama tidaknya penyelesaian perkara, tergantung pada kasus yang ditangani.

Pada dasarnya, kasus perceraian diklasifikasikan ke dalam dua macam. Yaitu perceraian yang diajukan oleh suami (cerai talak) dan yang diajukan oleh pihak istri (cerai gugat).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: